Skip to main content

MISTERI OTAK TENGAH

mis, 13 Januari 2011
MISTERI OTAK TENGAH ?
Jum'at, 10 Desember 2010, 19:23 WIB
MISTERI OTAK TENGAH ?

PELATIHAN DAN METODOLOGI

Hampir setiap ibu (juga ayah) menghendaki anaknya menjadi pribadi yang sukses. Sukses tidak harus menunggu di masa yang akan datang, tetapi jika bisa, mengapa sukses tidak bisa diraih dimasa sekarang saja. Sukses di sekolahan, prestasi akademiknya bagus, membanggakan dan tidak memalukan orangtuanya, jika bisa tidak hanya sukses dalam bidang akademik saja, tetapi bisa sukses di segala bidang. Itulah sebabnya mengapa setiap ada program pelatihan yang ditawarkan kepada putra dan putri kita, kemudian para orangtua sangat antusias menyambutnya. Sekarang ini ada program pelatihan aktivasi otak tengah, banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang muncul, dan tidak jarang mampir kepada saya. Rata-rata mereka kagum tetapi kemudian muncul pertanyaan, apa ada orang sukses bisa diraih hanya dengan tempo yang singkat ? Orang sukses dengan orang jenius itu bagus yang mana ya ? Orang jenius dengan orang bahagia itu pilih yang mana ? Apakah menjadi orang sukses, sekaligus jenius dan juga bahagia bisa dilatihkan hanya dengan waktu yang sangat singkat ? Apakah para pelatihnya sendiri sudah membuktikan bahwa dirinya sudah jenius, sudah sukses juga sudah bahagia ? Kalau belum mengapa mereka mengajarkannya kepada orang lain ? Apakah para pelatihnya sudah membuktikan kepada anak-anak usia 5 – 15 tahun disekitar lingkungan terdekatnya, misalnya tetangganya, keponakannya, atau bahkan kepada putra-putrinya sendiri, dst. Semua pertanyaan itu muncul bertubi-tubi. Pada kesempatan ini, saya tidak hendak menjawab pertanyaan tersebut, tetapi saya akan menyoroti arti pentingnya suatu pelatihan dan metodologinya. Pada hakikatnya setiap orang yang ingin maju dan berkembang haruslah belajar dengan baik, tekun, disiplin dan penuh kesungguhan. Sukses harus diperjuangkan, karena penuh persaingan dan setiap orang ingin mendapatkannya. Jenius harus dikembangkan, karena menyangkut potensi yang terus menerus harus diberi stimulasi agar mewujud menjadi suatu prestasi. Bahagia harus diikhtiarkan, karena jiwa selalu merespon (bersinggungan) pada setiap interaksi yang terjadi antar insani. Bukankah setiap kita dalam kesehariannya pasti berkomunitas, berkomunikasi satu diantara yang lain, dan setiap interaksi itu membawa “warna jiwa” yang berbeda-beda ? Ada yang menyenangkan dan ada yang menyedihkan, ada yang sesuai dengan keinginan kita dan ada yang tidak sesuai, ada yang mewakili perasaan kita dan ada yang jauh sama sekali. Itulah sebabnya mengapa sukses, jenius dan bahagia itu tidak cukup hanya dilatihkan (diajarkan) saja, apalagi pelatihan (pengajaran) yang sangat singkat. Pelatihan adalah sebuah upaya untuk memberikan stimulasi secara terencana dan terstruktur kepada seseorang agar memiliki suatu ketrampilan tertentu. Dan efektifitasnya sangat dipengaruhi oleh metode yang digunakan (tentu juga kualitas instrukturnya). Metode yang efektif tentu bila sesuai dengan bahan ajar dan potensi yang dimiliki oleh masing-masing peserta suatu pelatihan, sehingga pengelompokan pada suatu pelatihan itu juga menjadi penting. Maka sangat relevan bila muncul suatu pertanyaan “Apa benar ada suatu pelatihan, yang menggunakan konsep mata ditutup ?” Yang buta saja ingin punya mata yang bisa melihat, kok yang bisa melihat malah matanya harus ditutup ? Apakah sudah diujicobakan pelatihan tersebut pada komunitas orang buta ? Belum lagi ada pertanyaan “Modalitas belajar seseorang itu kan berbeda-beda, ada yang visual, auditorial dan kinestetik ?” Nah, jika seorang anak itu justru modalitas kuatnya adalah visual lantas bagaimana ? Bukankah itu justru memperlemah yang sudah ada ?, dan mengembangkan yang lemah yang belum jelas hasilnya ?

Bagaimana dengan “Menjadikan anak jenius ?”. Siapa yang tidak bangga punya anak jenius. Apa artinya bangga jika yang dibanggakan itu hanya biasa-biasa saja. Kesimpulannya anak jenius adalah anak yang bisa dibanggakan dan punya kebanggaan lebih yang tidak dipunyai oleh anak-anak yang lainnya. Bahwa setiap orang harus bangga dengan dirinya sendiri itu pasti, tetapi kalau yang dibanggakan itu hal yang semua orang punya lantas buat apa ? Jenius adalah kondisi dimana tidak setiap orang mampu dan bisa untuk mewujudkannya. Jenius bukan sekedar bermanfaat, karena setiap orang dengan nalurinya pasti bermanfaat walau hanya sekecil apapun manfaat itu, bukankah “Tidak ada makhluk dimuka bumi ini yang diciptakan Tuhan dengan sia-sia ?” . Maka jenius pasti punya nilai lebih, jangan merendahkan makna “jenius”, karena jika jenius itu maknanya rendah (hanya sekedar bermanfaat), buat apa ikut pelatihan dengan harga yang mahal, dan jika jenius itu “bernilai lebih”, maka tidak bisa hanya dilatihkan dalam waktu yang sekejap. Jenius yang biasa-biasa sajalah yang bisa dilatihkan dalam waktu yang sekejap (tetapi apakah ada orang jenius kok biasa-biasa saja ?).



“OTAK TENGAH” DAN “OTAK KANAN – OTAK KIRI”

Ada tiga bentuk kebenaran hidup, antara lain kebenaran ilahiah, kebenaran alamiah dan kebenaran ilmiah. Dalam zona “kebenaran ilahiah” bahwa “tidak ada hal yang sia-sia”, itu artinya secara ekstrim “semua” adalah penting termasuk otak tengah. Pertanyaannya adalah apakah semua menjadi penting dibahas dalam hubungannya dengan membicarakan suatu kecerdasan (kejeniusan) ? Penting mana antara “nafas” dengan “otak tengah” ? Apa artinya punya otak tengah yang hebat kalau tidak punya nafas ? Tetapi mengapa kita tidak membicarakan nafas ? Karena jawabannya sudah sangat jelas bahwa nafas itu penting tetapi tidak ada korelasi secara langsung dengan adanya suatu kecerdasan (kejeniusan). Pun demikian dengan otak tengah, bahwa potensi-potensi kecerdasan itu letaknya ada pada otak kanan dan otak kiri, bukan pada otak tengah. Dalam zona “kecerdasan alamiah” bahwa masing-masing kita harus hidup yang realistis dan rasional, artinya harus mau hidup dengan potensi yang kita miliki sendiri-sendiri. Potensi itulah yang menjadi acuannya. Orang yang bisa melihat, maka gunakanlah kemampuan melihatnya secara optimal, justru jangan ditumpulkan. Orang yang buta, maka harus mengembangkan kemampuannya yang berbasis “diluar” indera peglihatannya dan disinilah (mungkin) fungsi nyata bagi adanya pelatihan aktivasi otak tengah yang menggunakan cara “mata ditutup”. Dalam zona “kebenaran ilmiah”, ada sutau pertanyaan, apakah sudah ada penelitian yang memadai tentang otak tengah ? Apakah sudah ada disertasi (sekolah S 3) tentang otak tengah ? Apakah sudah ada pengukuhan guru besar (Profesor) yang mengangkat tema tentang otak tengah ? semuanya sampai hari ini belum pernah ada. Coba bandingkan dengan Otak Kanan dan Otak kiri, banyak sudah karya ilmiah yang membahas tentang fungsi otak kanan dan otak kiri.



PENYIKAPAN HIDUP

Pada akhirnya, setiap kita dituntut untuk menyikapi fenomena kehidupan ini secara arif dan bijaksana. Bertanyalah pada ahlinya jika kita kebingungan terhadap suatu hal, jangan hanya diam saja, berikhtiarlah. Datanglah pada orang yang telah membuktikan dan berpengalaman dalam hidupnya. Bandingkanlah dengan fenomena lain yang ada kaitannya dengan masalah kebingungan kita, agar kita bisa membuka jendela pikiran kita, agar tidak menemui kebuntuan berpikir, agar cakrawala berpikir kita semakin luas dan agar tidak mudah dikelabuhi dan terkecoh oleh situasi sesa’at yang sesat. Pada akhirnya semua pilihan ada ditangan kita masing-masing, dan bila ada yang kurang sempurna mohon dima’afkan, semoga bermanfa’at.



Kantor Pusat DMI

GRAHA POGUNG LOR No : 2 – 4 (Lantai 1)

Jl. Ringroad Utara, Pogung Lor, Yogyakarta

Telp / Fax. :(0274) 625 168



Layanan Konsultasi Psikologi :

* Via HP : 0812 2727 6000; 087 8382 88111
* On Line : http://konsultasi.dmiprimagama.com



Contact Person :

* Teguh Sunaryo HP : 085 643 383838 (Direktur)
* Isworo Gunarsih HP : 081 2278 5915 (Sekretaris)
* Eko Yulianto HP : 081 6680 400 / 085 328 012345 (Kepala Lab dan Teknisi)
* Nurmey Nurul Chaq HP : 081 5790 2340 (Koordinator Konsultan Psikologi)
DMI PRIMAGAMA

Copyright 2008
DMIPriamagama - Indonesia

HOME | ALAMAT DMI SE-INDONESIA | PROFILE | BERITA | PRODUK | KONTAK |
Diposkan oleh Yandiko, Kaligandu Rt 01/Rw 02 Klepu, Pringsurat, Temanggung Jawa tengah di 19.39 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz
Minggu, 26 Desember 2010
suaramedia.com
Imam-Hatip, Sistem Pendidikan Kontroversi Yang Jadi Kiblat Dunia

Left arrow key Next
Right arrow key Close
Para pelajar Muslim di sekolah Islam bersistem Imam-hatip di Turki. (Foto: Reuters)

Para pelajar Muslim di sekolah Islam bersistem Imam-hatip di Turki. (Foto: Reuters)

ISTANBUL (Berita SuaraMedia) - Di Madrasah Anadolu Beyoglu di Istanbul, barisan Al-Quran yang disepuh berbaris dan di meja terletak sebuah terjemahan Turki dari "Eclipse", novel vampir romantis oleh novelis AS Stephanie Meyer.

Tidak seorang pun di dalam sekolah yang dapat membuat anda percaya bahwa kombinasi Islam dan pengaruh Barat memperlihatkan potensi sebagai pendidikan penangkal Islam radikal.

Tapi ada ketertarikan segar di luar untuk sekolah seperti ini, yang termasuk dalam jaringan yang dikenal sebagai imam-hatip.

Beberapa orang, khususnya pejabat dari Afghanistan dan Pakistan, telah menyarankan sistem Turki dapat menerangi jalan pendidikan agama yang kurang ekstrim bagi anak-anak mereka.

Ketertarikan itu dapat dimengerti. Jaringan Imam-hatip jauh dari stereotip barat mengenai madrasah sebagai sebuah institusi yang mengajarkan Al-Qur'an dengan cara menghafal dan sedikit lain. Awalnya didirikan untuk mendidik fungsionaris agama Islam pada 1920-an, imam-hatip mengabdikan silabus hanya sekitar 40 persen studi untuk mata pelajaran agama seperti Arab, hukum Islam dan retorika. Sisanya diberikan ke topik umum.

Jaringan telah menginkubasikan elit dari partai AK yang berakar Islamis-yang berkuasa di Turki pada tahun 2002. Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan - yang kemudian belajar ekonomi - dan sekitar sepertiga dari anggota parlemen partainya menghadiri sekolah imam-hatip.

Untuk Turki, akan tetapi, akan sangat ironis bahwa sistem yang selama lebih dari satu dekade itu telah ditindas oleh penegak militer sekularisme yang bisa dilihat menjuarai akomodasi kelembagaan apapun antara Islam dan sekuler.

Sebuah sistem kredit universitas yang direvisi yang diperkenalkan pada akhir 1990-an menempatkan siswa imam-hatip yang ingin belajar mata pelajaran non-agama di universitas pada posisi yang kurang menguntungkan.

"Ini sangat menarik bahwa sekolah-sekolah ini yang begitu kontroversial di negeri kita sendiri telah menjadi panutan di tempat lain," kata Iren Ozgur, seorang akademik Turki-Amerika di New York University yang telah meneliti sistem imam-hatip .

Di kantornya dekat teluk kecil Golden Horn di Selat Bosporus, mantan murid imam-hatip Huseyin Korkut percaya bahwa sekolah bisa sukses di luar negeri jika mereka tetap setia kepada "nilai-nilai Islam." Tapi dia menepiskan gagasan tentang jaringan yang dipecah untuk membantu menyelesaikan masalah keamanan internasional.

"Kami terganggu oleh pemahaman bahwa sekolah ini tersebut akan mendidik ' Muslim lembut' yang dapat dengan mudah beradaptasi dengan kebutuhan dan persyaratan dari otoritas internasional," kata ekonom itu. Menyebut dirinya lulusan yang tipikal dari sistem itu, Korkut bekerja di Universitas Kırklareli dan direktur umum asosiasi alumni imam-hatip.

Mahasiswa yang sekarang, seperti Kerem Fazil Cinar, murid 18-tahun di Sekolah imam-hatip Beyoglu Anadolu, melihat sistem itu sebagai perlindungan dari bahaya dunia luar.

"Di sekolah biasa akan menjadi pertemuan berbahaya dengan teman-teman yang belum mewarisi nilai-nilai agama," kata remaja berkacamata dengan jenggot yang mulai tumbuh dari dagunya itu, sungguh-sungguh.

"Lingkungan akan lebih merosot."

Dinamai dari seorang pengkhotbah dan imam, sekolah itu didirikan untuk melatih, sistem imam-hatip telah menerima kurang sorotan perhatian media di barat daripada jaringan internasional yang didirikan oleh ulama Islam Fethullah Gulen. Ada banyak sekolah Gulen di Asia Tengah, dan pos-pos lain di Balkan dan Eropa Barat.

Bulan lalu, Menteri Pendidikan Afghanistan Farooq Wardak mengunjungi sekolah imam-hatip di Ankara dan menyatakan sistem dapat menjadi model bagi pendidikan agama di negaranya. Duta besar Pakistan untuk Turki mengatakan sistem imam-hatip dibahas dalam beberapa perundingan tingkat tinggi. Dan Wardak mengikuti kunjungan delegasi Rusia, termasuk wakil menteri pendidikan, yang datang untuk melihat sekolah-sekolah tahun lalu.

"Sebuah sistem pendidikan seharusnya tidak hanya pendidikan, harus menjadi alat untuk memerangi ekstremisme," kata Wardak, menambahkan bahwa ia terkesan oleh cara sekolah imam-hatip mengkombinasikan pelajaran agama dengan mata pelajaran lain.

"Kita perlu memastikan bahwa lulusan sekolah-sekolah agama ... juga memiliki keterampilan dan panggilannya, dan mereka mendapatkan pengetahuan untuk menjadi bagian dari arus utama masyarakat."

Ketertarikan luar negeri pada sekolah-sekolah itu mungkin juga sebagian telah dinyalakan oleh Turki yang mengubah prioritas kebijakan luar negeri, seperti Ankara yang berusaha untuk memainkan peran yang lebih besar di antara negara-negara Muslim - termasuk Syiria dan Iran.

Upaya bantuan asing Turki terbesar sekarang diarahkan ke Afghanistan, dan tahun lalu itu sepakat untuk membentuk dewan kerjasama tingkat tinggi dengan Pakistan. Rusia adalah mitra dagang utama Turki.

Dalam lembaga imam-hatip, seperti di setiap sekolah di negara ini, gambar-gambar Mustafa Kemal Atatürk - pendiri Republik Turki - berada pada layar. Siswa dapat melihat ayat-ayat Arab yang menggambarkan perjalanan Nabi Muhammad ke Madinah di kelas juga menampilkan pidato Ataturk untuk pemuda Turki.

"Selalu ada ketegangan antara ortodoksi dan heterodoksi dalam kerangka Islam Turki," kata Profesor M. Hakan Yavuz, dari Pusat Timur Tengah University of Utah.

"Akibatnya Islam di Turki memiliki situs ini di luar kendali Islam ortodoks, dan tetap lebih lebih toleran."

Tetapi dengan menunjuk sekolah imam-hatip, menteri Afghanistan mungkin secara tidak sadar telah menyentuh kepekaan Turki.

Jaringan - yang dengan standar tinggi dan biaya rendah terbukti populer dengan keluarga-keluarga Turki konservatif di masa lalu - menjadi sasaran setelah jendral senior mendorong keluar pemerintah pimpinan Islamis Turki pertama pada tahun 1997.

Sedangkan pada paruh kedua tahun 1990-an sekitar 600 sekolah-sekolah imam-hatip di seluruh negeri menpendidik setengah juta murid, setelah apa yang dikenal sebagai "kudeta pasca-modern," sekolah menengah imam-hatip untuk murid berusia 11-14 dihapuskan.

Bahkan yang lebih merusak adalah perubahan pada sistem masuk universitas, yang menghitung relevansi belajar mata pelajaran di sekolah dengan jurusan siswa yang diusulkan ke universitas. Modifikasi setelah 1997 berarti bahwa - kecuali jika mereka memilih untuk mempelajari agama - siswa imam-hatip menemukan bahwa mendevaluasi nilai-nilai mereka terhadap orang-orang dari pelamar dari sekolah konvensional.

Prospek untuk pendidikan tinggi mengurangi daya tarik sekolah imam-hatip yang saat ini 120.000 mendidik sekitar 450 murid. AKP telah bekerja ke arah rehabilitasi mereka, tetapi belum belum berhasil mengubah persyaratan masuk universitas.

Dalam konteks ini bahwa mahasiswa seperti Cinar mengalami sistem ini. Berkumpul di sebuah Masjid di jantung kota lama dengan dua mahasiswa - termasuk Nur Sumeyye Karaoglan, gadis yang pendiam yang berjilbab, komentar pemuda itu mencerminkan kemarahan dengan sekuler Turki yang membuat perbedaan omong kosong semacam itu sebagai " radikal "dan moderat."

"Sesungguhnya agama harus memiliki peran publik," katanya. "Tidak hanya di Turki, tetapi di seluruh dunia."

Duduk di antara serambi berdinding kaca, ia dihangatkan dengan tema penindasan jaringan imam-hatip Turki, mengatakan negaranya membutuhkan orang-orang seperti dia untuk membela agama dan nilai-nilai tradisional.

"Kami ingin masyarakat Turki merasa bahwa adalah benar untuk tidak takut pada kita," katanya.

Sesama murid bergumam setuju.

"Saya sangat bangga menjadi seorang mahasiswa imam-hatip," kata Karaoglan, 16, satu-satunya gadis dalam grup. "Saya merasa ini adalah sejalan dengan kodrat manusia." (iw/rts) www.suaramedia.com

Berita Lainnya:

* Demi Muslim, Rumah Sakit Jerman Singkirkan Belasan Salib
* "Pendukung Percampuran Gender Harus Dihukum Mati"
* Remaja Pembakar Masjid Singapura Tebus Kejahatan
* Pembunuh Pemilik Your Black Muslim Bakery Minta Sidang Ulang
* Komisi Pemilu India: Burqa Bukan Bagian Dari Islam

Berita Sebelumnya:

* Pemuda Norwegia Bantah Hujatan Rasis Terhadap Muslim
* Ekspatriat India Kampanyekan Jalan Allah
* Gabung Grup Facebook, Pejabat Norwegia Balas Aksi Taksi Muslim
* Muslim Skotlandia Turun Tangan Hadapi Islam Garis Keras
* Tak Ada Tempat Bagi Jenazah Muslim Di Kathmandu

<< SebelumnyaSelanjutnya >>
Zahir Accounting
Berita Terbaru

* Kolesterol Tinggi, Masalah Kesehatan Paling Ditakuti
Kolesterol Tinggi, Masalah Kesehatan Paling Ditakuti
27.12.10
* Gayus Yakini Majelis Hakim Berani Beri Vonis Bebas Kepadanya
Gayus Yakini Majelis Hakim Berani Beri Vonis Bebas Kepadanya
27.12.10
* Pertanyaan Serius di Balik Kondisi Psikologis Saat Tertawa
Pertanyaan Serius di Balik Kondisi Psikologis Saat Tertawa
27.12.10
* Gallardo LP560-4 Dengan Tenaga dan Tampilan Baru Ala Hamann
Gallardo LP560-4 Dengan Tenaga dan Tampilan Baru Ala Hamann
27.12.10
* Menjual Barang Yang Masih Dalam Masa Hutangan
Menjual Barang Yang Masih Dalam Masa Hutangan
27.12.10

Wardah Warnet Islami
Berita Nasional
Gayus Yakini Majelis Hakim Berani Beri Vonis Bebas Kepadanya
Gayus Yakini Majelis Hakim Berani Beri Vonis Bebas Kepadanya
Direktur Riset Charta Politika, Yunarto Wijaya mengatakan, para politisi dan p...
"Koalisi Timbulkan Kolesterol Politik Buruk Bagi Demokrasi"
"Koalisi Timbulkan Kolesterol Politik Buruk Bagi Demokrasi"
Menurut dia, ide pembentukan poros tengah yang sempat mencuat setelah isu kere...
Kenang Tsunami, Ribuan Bunga Kertas Dari Jepang Banjiri Aceh
Kenang Tsunami, Ribuan Bunga Kertas Dari Jepang Banjiri Aceh
Bunga-bunga kertas berwarna kuning ini berisi pesan dan harapan yang dituliska...
Kegempaan Terus Meningkat, Sinar Api Keluar Dari Krakatau
Kegempaan Terus Meningkat, Sinar Api Keluar Dari Krakatau
Terpisah, Kepala Pos Pemantau GAK di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupa...
Jasa Pembuatan Toko Online Murah Berkualitas
Ciputra Entrepreneurship
Pengusaha Muslim Indonesia
Kajian.Net
Space Iklan
Iklan Baris Terbaru

* Mesin Absensi Fingerspot Matrix Series
* Jual Label Tape Casio 6mm, 9mm, 12mm,
* Jual USB Hub Coffee Warmer Murah
* GPS Vehicle Tracker VT310
* Jual Venus VT80 CDMA Modem Murah
* Jual Huawei E270 USB HSUPA Modem
* JUAL CPT RMH 2 LT DI KOTA DEPOK..BU..
* Jual Camera Digital CANON IXUS 200 IS

Altetik
Gagal Usik Nadal-Federer, Murray dan Djokovic Kecewakan Becker
"Murray dan Djokovic telah menunjukkan potensiny...More »
Berita Gadget Terkini
Defy, Android Tangguh dan Tahan Banting Dari Motorola
Ini mungkin sedikit aneh jika Anda menghabiskan...More »
Otomotif Terbaru
Gallardo LP560-4 Dengan Tenaga dan Tampilan Baru Ala Hamann
Nah sekarang giliran bagian eksterior, pada bagi...More »
Follow Us

Follow Us

* Hubungi Kami
* Info Iklan
* sindikasiSindikasi

* Atas

Copyright © 2009 suaramedia.com All Rights Reserved
Portal Berita Dunia Islam & Indonesia Terbaru & Terkini Hari Ini, ekonomi dan bisnis, berita bola, artikel Islam, gratis iklan, bisnis rumahan.
Loading...
Diposkan oleh Yandiko, Kaligandu Rt 01/Rw 02 Klepu, Pringsurat, Temanggung Jawa tengah di 22.13 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz
Kamis, 23 Desember 2010
PERAN PENDIDIKAN DALAM MEMBANGUN MORALITAS BANGSA
PERAN PENDIDIKAN DALAM MEMBANGUN MORALITAS BANGSA

Perjalanan pendidikan nasional Indonesia selama ini dipenuhi dengan dinamika dan romantika. Kedinamikaan ini sangat dirasakan dengan munculnya berbagai kebijakan yang seringkali menimbulkan polemik, khususnya di antara pengambil kebijakan dengan praktisi; sedangkan keromantikaan dirasakan dengan munculnya berbagai kendala dalam melaksanakan kebijakan tersebut. Kemajuan jaman yang teramat pesat akhir-akhir ini ternyata membawa berbagai fenomena baru yang dapat mereduksi nilai-nilai konsepsi filosofis pendidikan nasional; akibatnya konstruksi pendidikan nasional kita menjadi tidak kokoh bila tidak segera dilakukan reformulasi konsep. Sekarang sudah saatnya dilaksanakan reformulasi konsep dan rekonstruksi fondasi pendidikan nasional; utamanya menyangkut hak-hak pendidikan masyarakat serta nilai-nilai dasar yang melandasinya. Pada dasarnya pendidikan itu merupakan usaha sadar untuk memajukan bertumbuhnya kecerdasan, kepribadian, dan tubuh anak didik. Dengan demikian keberhasilan suatu proses pendidikan amat tergantung pada sejauh mana bertumbuhnya kecerdasan,kepribadian dan tubuh tersebut dapat dicapai secara bersama-sama. Tinggi dan rendahnya pertumbuhan ketiga matra tersebut sangat menentukan tingkat keberhasilan proses pendidikan bagi anak didik.
Diposkan oleh Yandiko, Kaligandu Rt 01/Rw 02 Klepu, Pringsurat, Temanggung Jawa tengah di 19.18 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz
Kamis, 16 Desember 2010
AnneAhira.com
Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar
Oleh: AnneAhira.com Content Team


* Pengaruh Metode Pembelajaran Terhadap Prestasi Belajar
* Prestasi Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya
* Mengenal Tanah Gambut
* Pengaruh Lingkungan Terhadap Prestasi Belajar Siswa

Siswa berprestasi adalah siswa yang diharapkan baik oleh sekolah, guru maupun orang tua. Namun untuk meraih prestasi belajar tidaklah mudah. Ada upaya meningkatkan prestasi belajar yang harus dilakukan secara berkesinambungan. Diperlukan kerja sama yang erat antara guru, siswa dan orang tua di dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa.


Hal Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

Untuk melakukan Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar, diperlukan informasi yang lengkap tentang hal yang mempengaruhinya. Ada banyak hal yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa. Salah satu hal terpenting adalah motivasi.

Motivasi merupakan dorongan yang memberikan semangat kepada siswa untuk meraih segala prestasi. Dengan adanya motivasi yang kuat, modal utama telah diraih dalam upaya meningkatkan prestasi belajar.

Hal kedua yang ikut berpengaruh adalah kondisi siswa baik itu di rumah maupun di sekolah. Pergaulan yang tepat akan bisa mendukung prestasi belajar. Begitu juga sebaliknya, pergaulan yang salah bisa membuat prestasi anak menukik tajam ke bawah.

Kondisi di rumah juga menjadi faktor penentu, bagaimana dukungan orang tua terhadap prestasi belajar anak. Orang tua wajib melakukan pendampingan dan pengawasan saat anak belajar di rumah.

Itulah dua faktor utama yang bisa menjadi pendukung maupun penghalang prestasi belajar siswa. Faktor internal yang berasal dari diri anak sendiri yang berupa motivasi. Faktor eksternal yang berupa peran orang tua dan lingkungan di dalam mendukung upaya meningkatkan prestasi belajar.


Upaya yang Bisa Dilakukan

Saat faktor-faktor penentu sudah dilakukan, langkah berikutnya adalah mengembangkan upaya meningkatkan prestasi belajar. Ada upaya yang bisa dilakukan baik itu oleh diri anak maupun orang tua dan guru di sekolah. Setiap individu memiliki peranannya masing-masing di dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa.

Dari sisi anak, kesadaran akan pentingnya masa depan merupakan dasar menciptakan motivasi yang kuat untuk berprestasi. Saat anak Anda sudah sampai tahap sadar akan tanggung jawabnya, dia akan secara otomatis dapat memotivasi dirinya sendiri untuk berprestasi.

Dari segi guru, diperlukan dukungan yang baik dalam meningkatkan motivasi siswa. Pujian dan penghargaan atas prestasi yang diraih siswa adalah salah satu bentuk yang bisa diterapkan. Dengan menghargai kerja keras siswa untuk berprestasi, siswa akan menjadi semangat untuk meraih prestasi yang lebih tinggi lagi.

Untuk orang tua, upaya meningkatkan prestasi belajar anak bisa dimulai dengan memberikan dampingan dan pujian saat anak berhasil meraih prestasi. Orang tua juga harus memastikan kondisi yang mendukung untuk anak belajar di rumah. Pemberian penghargaan atas kerja keras anak juga bisa dilakukan dengan berbagai bentuk baik itu yang secara moril maupun materiil.

Masih banyak upaya meningkatkan prestasi belajar yang bisa dilakukan. Intinya adalah kerjasama yang baik dari setiap pihak di dalam mendukung tercapainya prestasi belajar. Saat prestasi belajar tercapai, anak akan semakin percaya diri, orang tua dan guru akan akan semakin bangga memiliki siswa dan anak berprestasi.

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA
Telepon: (022) 5944-999, 5945-999, 5946-999
Fax: (022) 5947-999

*

Comments

Popular posts from this blog

Geography Teacher

Geography Teacher In Practicing Geography Lesson Learning to Foster Love Attitude of the Homeland and Care for the Environment <data: post.body /> a. Growing Love Attitude of the Fatherland Love the homeland can be grown developed in the learning of geography through the role of a teacher that is in the following way: • Teachers can show areas that belong to the country of Indonesia either through maps, globe or satellite imagery so that students will know which areas are included in our country (NKRI) so that if there is a secret seizure of the region eg shifting the country border benchmarks, then we will be able to find out. This shows in addition to the role of geography as a giver of regional knowledge of the country also contribute in maintaining the territorial integrity of the Unitary State of the Republic of Indonesia. • Teachers can show the distribution of natural resources in Indonesia, then the teacher asks the students about how to cultivate the potential ...

Meaningful Learning Process

<data: post.body /> <script data-ad-client="ca-pub-2283241520599098" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>     Meaningful learning is a learning process whereby new information is linked to the structures of understanding that a person already in the process of learning is having. Learning takes place when students try to connect new phenomena into their knowledge structures. That is, the lesson material must match the student's abilities and must be relevant to the cognitive structure of the student. Therefore, the lesson should be related to the concepts that students already have, so that the new concepts are completely absorbed by it. Thus, students' emotional intellectual factors are involved in learning activities.      Meaningful learning is a fun lesson that will have the advantage of reaping all the information intact so that the final consequence improves the student's ...

4 teacher competencies

<meta name="clckd" content="e84343da63ca34ddb93a00fada8a815c" />     4 competence of teachers and lecturers in accordance with the Law on Teachers and Lecturers. <data: post.body /> a. Pedagogic Competencies Pedagogic competencies include understanding of teachers to learners, design and implementation of learning, evaluation of learning outcomes, and development of learners to actualize the various potentials it has. In detail each subcompetence is translated into the following essential indicators; • Understand deep learners to have essential indicators: understand learners by utilizing the principles of cognitive development; understand learners by utilizing the principles of personality; and identify the initial learning of the learner. • Designing lessons, including understanding the educational foundation for learning purposes has essential indicators: understanding the educational foundation; apply learning and learning theories; determine...